Temuan Baru Makam Kuno Milik Jenderal Dinasti Han

Written by Ade Hendri Saputra 0 komentar Posted in:

Temuan Baru Makam Kuno Milik Jenderal Dinasti Han

Menemukan makam kuno menjadi sebuah keberuntungan untuk para arkeolog. Seperti yang dialami oleh para arkeolog di China baru-baru ini.

Mereka menemukan sisa-sisa makam kuno dari tiga orang. Bukan sekedar makam biasa, melainkan salah satu jenderal perang paling terkenal di China.

Menurut laporan Taiwan News, Senin (26/03/2018), makam kuno tersebut berada di kota Anyang, provinsi Henan, China. Makam tersebut merupakan salah satu makam bawah tanah besar yang berasal dari tahun 220.

Setelah melakukan serangkaian identifikasi, salah satu makam tersebut diyakini milik Cao Cao, seorang panglima perang China yang naik ke tampuk kekuasan di akhir Dinasti Han Timur.

Cao Cao sangat dihormati pada zamannya, sekitar 1.800 tahun lalu. Sayangnya, makam tersebut tidak banyak memasukkn informasi yang membuat pengidentifikasian lebih mudah.

Ada bukti bahwa kuburan tersebut cukup rumit. Para sejarawan percaya hal itu dilakukan oleh putra Cao Cao yang sengaja menghancurkan makam itu dan membersihkan puingnya untuk menyembunyikan jenazah sang ayah.

Hal tersebut mencegah para penjarah kuburan atau musuh menemukan dan menodai makam itu. Para arkeolog percaya bahwa itu merupakan wasiat sang jenderal.

Meski sulit diidentifikasi, masih tertinggal beberapa bukti bahwa makam tersebut milik Cao Cao. Salah satunya sebuah batu tablet yang disebut berasal dari situs tersebut.

Tablet itu ditemukan pada 2009. Di sana tertulis "Raja Wu dari Wei", salah satu gelar Cao Cao.

Terlebih lagi, makam tersebut sangat besar dan cocok untuk seorang kaisar. Ini juga menunjukkan kisah menarik dari praktek pemakaman kuno di China.

Selain Cao Cao, masih ada dua makam lagi di situs tersebut. Keduanya adalah milik dua wanita berusia sekitar 20 dan 50 tahun.

Kedua wanita tersebut belum teridentifikasi. Tapi, keduanya tidak mungkin istri Cao Cao.

Itu karena istri sang jenderal meninggal di usia 70-an.

Dilansir dari Newsweek, Selasa (27/03/2018), para arkeolog sebenarnya menemukan dan menggali situs ini pada 2006 hingga 2017. Tapi, mereka baru mengumumkannya baru-baru ini kepada publik.

0 komentar:

Posting Komentar